Keluarga Benteng Utama Tangkal Radikalisme

Keluarga Benteng Utama Tangkal Radikalisme

Keluarga Benteng Utama Tangkal Radikalisme

SEMARANG — Anak-anak muda harus punya benteng diri untuk menangkal berbagai propaganda radikalisme berbahaya. Konten-konten radikal salah satunya beredar di media-media sosial.

Pembahasan itu terjadi saat diskusi spontan antara Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, Ketua Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Michael Adhitya Reksawardana dengan perwakilan 3 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Semarang di sekretariat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Komplek Semarang Indah Blok D 15 Kota Semarang, Jumat (14/12/2018).

Yosep mengatakan bahaya propaganda radikal di media sosial yang menyasar anak-anak muda akan lebih cepat masuk jika keluarga tidak memperhatikan mereka.

“Karena keluarga adalah benteng utama diri dari ideologi-ideologi yang merusak tersebut. Yang utama adalah keluarga, bukan dunia pendidikan,” kata Yosep.

Yosep mencontohkan, kebiasaan anak-anak muda bermain gawai berselancar di dunia maya akan rawan terkena propaganda radikal tersebut.

“Apalagi sampai rumah orang tuanya juga sama, bermain ponsel berselancar di dunia maya,” lanjutnya.

Artinya komunikasi antar anggota keluarga tidak terjadi. Akibatnya anak-anak kurang mendapat perhatian dari orang tua mereka, dari keluarga mereka.

“Nah ketika di media sosial mereka menjumpai orang-orang yang menyanjungnya, membuat dia seolah-olah merasa dipentingkan, ini menjadi rawan. Padahal orang-orang itu sedang menyebarkan propaganda radikalnya, merekrut anak muda untuk menjadi martir,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswi USM yang hadir pada kegiatan tersebut, Robiatul Alawiyah, mengamini ancaman radikalisme yang menyasar anak-anak muda saat ini.

“Keluarga memang sangat penting untuk ini (pencegahan),” kata mahasiswi semester VII ini.

Pada pertemuan tersebut, Robiatul mewakili komunitasnya di kampus yang diberinama Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) berencana menggelar berbagai kegiatan bekerjasama dengan Rumah Pancasila dan Klinik Hukum yang salah satu tujuannya menangkal ideologi-ideologi radikal tersebut.

Rencananya kegiatan itu akan dilakukan mulai awal 2019 mendatang dengan mengadakan seminar, forum group discussion (FGD) ataupun turun langsung ke komunitas-komunitas di tingkat kelurahan atau desa di wilayah Kota Semarang. (eka setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat