10 Advokat Peradi Semarang Diambil Sumpah

10 Advokat Peradi Semarang Diambil Sumpah

10 Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang diambil sumpahnya di Hotel MG Setos, Kamis (21/12/2017).

10 advokat ini seluruhnya berasal dari Kota Semarang.

Pelantikan 10 advokat ini rencananya dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Juniver Girsang namun diwakili oleh Wakil Sekretaris Jendral, Tommy Sugih.

Sementara untuk pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Nommy HT Siahaan.

Tommy menuturkan, advokat merupakan satu diantara empat pilar penegakan hukum di Indonesia.

Sebagai pilar penegakan hukum itu, Tommy mengatakan advokatdi Indonesia menjadi teladan dan contoh.

“Advokat harus menjadi teladan, menjadi contoh dalam mendampingi masyarakat dalam mencari keadilan,” kata Tommy kepada Tribun Jateng.

Tommy juga menekankan agar marwah dan etika advokatmenjadi nyawa dalam setiap aktifitas advokat.

Menurut Tommy, beberapa waktu yang lalu telah dibentuk dan dideklarasikan Dewan Kehormatan Bersama Advokat Indonesia 

DKBAI dibentuk dan dideklarasikan oleh seluruh organisasi advokat di Indonesia.

Lembaga ini, menurut Tommy, sebagai wadah untuk mengawasi dan memberikan tindakan terhadap perilaku advokat yang dimelanggar kode etik.

“Kami lakukan semua upaya agar advokat tetap pada marwahnya dan selalu memegang etika. Jangan sampai perilaku oknum membuat profesi advokat negatif di mata masyarakat,” katanya.

Menurut Tommy, lembaga ini juga sebagai alat untuk mempersempit ruang gerak oknum advokat nakal.

Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera, menuturkan, sumpah yang diucapkan 10 advokat ini diharapkan benar benar dijalankan.

“Saya mengharap rekan rekan advokat yang baru disumpah benar benar menjadi teladan, contoh dan terang dalam mendampingi masyarakat mendapat kedudukam yang setara dan seimbang untuk memperjuangkan keadilan,” kata Yosep.

Menurut Yosep, peran advokat dalam mendampingi masyarakat tak hanya di mimbar persidangan melainkan dimulai dari pra ajudikasi (penyelidikan dan penyidikan).

“Keadilan advokat harus memberi makna bagi keIndonesiaan dan Kekitaan advokat secara utuh. Jangan sampai kehadiran advokat justru menjadi perusuh yang mengakibatkan malapetaka bagi kebersamaan advokat di Jateng,” katanya.

Dalam kegiatan yang sama juga dilantik 217 advokat dari Peradi versi Fauzi Hasibuan.

“Ini bukti bahwa advokat di Jateng memiliki kengininan kuat untuk selalu bersatu dan tidak ada perpecahan meski di tingkatan atas ada perpecahan,” pungkas Yosep.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat