Ada Tiga Cara Membentuk Kebiasaan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Menurut Ketua Peradi Semarang

Ada Tiga Cara Membentuk Kebiasaan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Menurut Ketua Peradi Semarang

Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Kota Semarang, Theodorua Yosep Parera, mengatakan ada tiga cara membentuk moral habit formation.

Moral habit formation adalah pembentukan kebiasaan mengenai nilai baik dan buruk pengelolaan limbah rumah sakit. 

Hal itu diungkapkan Yosep dalam acara diskusi bulanan bertema Hukum Lingkungan pada Rumah Sakit di Aula Direksi RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Jumat (10/11/2017).

Cara pertama menurut Yosep yakni keteladanan.

Keteladanan yang dimaksud Yosep menyangkut seseorang yang patut dihormati, disegani dan dicontoh.

“Tidak hanya tentang menyangkut contoh sesuatu yang dijunjung dan dihargai,” kata Yosep dalam keterangan resminya.

Cara kedua yakni melalui mekanisme reward and punishmen.

Menurut Yosep, adanya hadiah atau penghargaan berupa promosi kenaikan jabatan atau gaji membuat pegawai dan karyawan akan menjaga baik agar tidak terjadi pencemaran.

“Bobotnya harus seimbang. Besarnya kesalahan dan kebaikan yang dilakukan harus sesuai dengan sanksi atau imbalan,” katanya. 

Lalu yang ketiga kata Yosep yakni Epikeia.

Materi tentang Rumah Sakit, Pertanggungjawaban Pidana Pencemaran Lingkungan yang diambil dari prinsip Aristoteles, menurut Yosep, manakala keutamaan dalam hukum menjadi taruhan.

Yosep mengatakan, seorang pimpinan rumah sakit harus memposisikan diri sebagai seseorang pasien yang dilayani.

“Posisikan diri sebagai orang yang dilayani, maka pelayanan akan sempurna,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat