Berikut Ini Keistimewaan Pelaku Kejahatan yang masih Bawah Umur

Berikut Ini Keistimewaan Pelaku Kejahatan yang masih Bawah Umur

Berikut Ini Keistimewaan Pelaku Kejahatan yang masih Bawah Umur

Publik Kota Semarang masih dihebohkan peristiwa perampokan disertai pembunuhan driver taksi online di Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang.

Terlebih, kedua pelaku pembunuhan itu masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMK di Kota Semarang.

Berbagai postingan masyarakat seliweran di jagat dunia maya.

Ada yang menghujat para pelaku, ada juga yang memberikan semangat kepada keluarga korban.

Dua pelajar SMKN di Kota Semarang dihadirkan di Mapolrestabes Semarang. Dua pelajar itu jadi tersangka pembunuhan perampokan sopir taksi online go car, Selasa 23 Januari 2018 (TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF)

Lantas bagaimana penanganan kasus apabila pelakunya masih di bawah umur?

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera, mengatakan, ada perlakuan khusus bagi pelaku kejahatan yang masih di bawah umur atau anak anak.

Menurut Yosep, berdasarkan Undang Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, anak sebagai aset bangsa wajib dilindungi dan mendapat perlakuan khusus.

“Amanat undang undang, anak merupakan aset bangsa, karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus dilindungi harkat dan martabatnya sebagai manusia seutuhnya. Maka negara wajib memberikan perlindungan khusus,” kata Yosep, Kamis (25/1/2018).

Ada tiga hal yang menjadi perhatian dalam Undang undang tersebut.

“Yang pertama adalah anak anak yang bermasalah dengan hukum. Kedua, anak anak korban kejahatan dan terakhir adalah anak anak saksi yang menjadi saksi kejahatan,” katanya.

Yosep menyebut, penyidik yang menangani perkara ini wajib memberitahukan kepada pelaku dan keluarga pelaku bahwa penanganan perkara wajib didampingi oleh pembela atau hak memperoleh bantuan hukum.

“Itu tertera dalam pasal 40, penyidik wajib memberitahukan kepada orangtua atau wali bahwa pelaku wajib mendapat pembela dan itu dilakukan secara tertulis. Kalau tidak bisa membaca baru disampaikan secara lisan, tapi wajib secara tertulis,” katanya.

Apabila penyidik tidak melaksanakan perintah undang undang tersebut, kata Yosep, maka penangkapan dan penahanan pelaku batal demi hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat