Peradi dan Kartini Karang Taruna Dampingi Ibu Hamil di Luar Nikah

Peradi dan Kartini Karang Taruna Dampingi Ibu Hamil di Luar Nikah

Peradi dan Kartini Karang Taruna Dampingi Ibu Hamil di Luar Nikah

Suara Merdeka, 31 Mei 2018

SEMARANG, suaramerdeka.com – DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera bersama Kartini Karang Taruna Kota Semarang serta Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Semarang memberikan pendampingan terhadap EIM (18), ibu hamil tujuh bulan yang tinggal di wilayah PKL Barito Atas Tanggul, Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur. Rombongan meninjau kediaman EIM, Rabu (30/5) untuk memberikan advokasi terhadap ibu dari keluarga kurang mampu.

Dalam kesempatan itu, EIM menceritakan awal kehamilannya. Berbekal uang Rp 400 ribu dan satu telepon seluler, ia saat itu diajak temannya kerja di Penggaron. “Begitu ketemu teman, lalu mereka bergegas pergi. Tak tahu bagaimana, lalu saya tidak sadarkan diri, dan begitu terbangun sudah di pasar di Surabaya,” jelas EIM berkaca-kaca menceritakan kehidupannya.

Betapa terkejut, saat dirinya membuka dompet dan baru sadar isinya tinggal Rp 200 ribu, sedangkan telepon seluler dibawa kabur temannya. EIM mengaku hidup di jalanan di Surabaya selama sekitar empat bulan. Dirinya pernah tidur di masjid, serta di mana pun untuk berteduh.

Hingga akhirnya, Dinas Sosial Kota Surabaya menemukannya dan dikembalikan ke Dinas Sosial Kota Semarang. Kediaman EIM itu sangat sederhana, dinding terbuat dari kayu, sedangkan lantainya beralaskan tanah. Bangunan kayunya tergolong kecil, berukuran sekitar 16 meter persegi.

Di sisi lain, Sekretaris Kartini Karang Taruna Kota Semarang Agasta Efendi menegaskan, EIM kondisinya sangat minus dan kekurangan biaya hidup. Biaya persalinan ibu hamil itu dikhawatirkan tidak ada, bahkan yang bersangkutan ini sanggup memberikan bayinya jika ada pihak yang mengadopsinya. “Dinas Sosial Semarang dari informasi yang kami terima kesulitan membantu, karena kehamilannya di luar nikah,’ jelasnya.

Karena itu, pihaknya menggandeng Peradi untuk mengadvokasi supaya jangan sampai ada perdagangan anak dalam persalinan itu. Di sisi lain, Yosep menegaskan, dalam kasus EIM ini negara harus hadir. Peradi akan memberikan bantuan hukum kepada EIM, dengan cara memberikan surat kepada BPJS, Dinas Kesehatan Kota Semarang, serta Pemkot Semarang agar turut memberikan pendampingan hingga persalinannya.


(Royce Wijaya/CN26/SM Network)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat