Potensi Penyakit Kelamin Wilayah Semarang Barat Tinggi

Potensi Penyakit Kelamin Wilayah Semarang Barat Tinggi

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Semarang, berupaya memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Klinik Hukum.

Ketua Peradi Kota Semarang, Theodorus Yosep Parera mengatakan tujuan hukum pada intinya adalah menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, menciptakan ketertiban dan keseimbangan. Menurutnya, dengan tercapainya ketertiban di dalam masyarakat maka kepentingan manusia akan terpenuhi dan terlindungi.

Kegiatan ini sudah berjalan dengan sejumlah tema. Mulai bidang hukum, pemerintahan, pendidikan, hingga kesehatan. Selasa (12/12) malam kemarin, Klinik Hukum Peradi, digelar di Aula Kecamatan Semarang Barat. Kali ini mengusung tema kesehatan.

“Dengan demikian tujuan hukum kesehatan pun tidak akan banyak menyimpang dari tujuan umum hukum. Hal tersebut bisa dilihat dari bidang kesehatan, yang mencakup aspek sosial dan kemasyarakatan dimana banyak kepentingan harus dapat diakomodir dengan baik,”sebutnya. 

Dalam acara bertopik, “Sosialisasi hukum dan kesehatan masyarakat” tersebut, sejumlah narasumber yang dihadirkan selain dr Sarwoko, juga ada Camat Semarang Barat Sumarjo, kemudian Kasi hukum Polsek Semarang Barat Aiptu Sunaryo, adapun moderatornya Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera.

Sejumlah penyakit kelamin disebutkan bisa berpotensi menyerang warga Semarang Barat. Pasalnya di wilayah itu, ada lokalisasi yang terbesar di Kota Semarang yakni, kawasan Sunan Kuning (SK) atau Resosialisasi Argorejo.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Sarwoko Utopo mengatakan, potensi penyakit di Semarang Barat yang pertama adalah penyakit infeksi saluran kencing (ISK), kemudian kencing nanah dan sipilis.

“Di Semarang Barat ada lima puskesmas dan yang bertugas, kalau di kawasan SK itu Puskesmas Lebdosari,”sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat