Tiga Kubu Peradi Bertarung Dipengadilan

Tiga Kubu Peradi Bertarung Dipengadilan

Tiga kubu Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kembali memanas, pasalnya Peradi versi Fauzi Yusuf Hasibuan menggugat kubu versi Luhut Pangaribuan dan Juniver Girsang ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Sekalipun tidak begitu bergejolak di Jawa Tengah, karena telah dideklarasikannyaAdvokat Jateng Bersatu (AJB), namun khusus Peradi tampaknya masih ada saling sikut khususnya terkait rekruitmen calon advokat ditubuh organisasi tersebut.

Dari tiga kubu Peradi di Semarang mulai yang dipimpin M. Reza Kurniawan versi Fauzi, Broto Hastono versi Luhut, hanya kubu Theodorus Yosep Parera versi Juniver yang menyatakan tidak melakukan rekruitmen calon advokat demi menjaga bersatunya para advokat.

Menurut Yosep, marwah advokat harus dijaga secara bersama dan tetap kompak, sehingga apabila di pusat atau Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi saling bertengkar, yang terpenting di Semarang dan Jateng tetap bersatu untuk menjaga marwah advokat.

“Soal nanti hasilnya menang siapa, kita semua harus patuh, termasuk saya juga siap membubarkan kepengurusan Peradi Semarang (versi Juniver,red), kalau gugatannya dikabulkan, yang jelas patuh hukum itulah Peradi kami,”kata Ketua Peradi Semarang versi Juniver, Theodorus Yosep Parera saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/12/2017).

Sedangkan, Sekretaris Peradi Semarang versi Fauzi, Noer Kholies mengaku, kalau gugatan tersebut diajukan pihaknya mengikuti hasil rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan di Yogyakarta belum lama ini. Menurutnya, kedua kubu tersebut digugat lantaran dianggap melawan hukum bertindak atas nama Peradi.”Yang kami gugat Ketua dan Sekjen DPN Peradi kedua kubu,” kata Noer Kholis.

Ia mengatakan, hal yang dianggap melawan hukum, salah satunya melakukan rekruitmen anggota termasuk melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Namun demikian, Noer mengaku, awal munculnya perpecahan di tubuh Peradi semuanya berawal pasca Musyawarah Nasional (Munas) di Makassar dua tahun lalu. Kubunya juga mengklaim sudah melakukan  upaya penyatuan tiga kubu tersebut, namun tetap menemui jalan buntu.“Semua berawal dari ketidaksepahaman di dalam Munas, munculah kubu baru yang mengklaim kepengurusan Peradi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Peradi Semarang versi Luhur, Broto Hastono juga mengaku adanya gugatan yang dilakukan kubu Fauzi tersebut. Pihaknya hanya menyatakan tetap mengembalikan kepada sejarah Munas Peradi di Makasar pada 2015 lalu. Saat itu, lanjut Broto, Ketua Umum sebelum pecah Otto Hasibuan secara sepihak membubarkan Munas, dengan alas an dianggap tidak kondusif, padahal menurut kubunya permasalahan tersebut tidak ada.

“Maka dari itu peserta membentuk caretaker yang akhirnya menjadi awal terbentukanya Peradi versi Luhut, jadi kami anggap justru Munas lanjutan di Pekanbaru sudah tidak sah, sehingga ketua umum kami pak Luhut adalah yang sah,”sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat