Media Dituntut Bangun Kepercayaan Publik

Media Dituntut Bangun Kepercayaan Publik

Media Dituntut Bangun Kepercayaan Publik

SEMARANG, suaramerdeka.com – Keberadaan media massa baik cetak, daring maupun elektronik dituntut mampu membangun kepercayaan publik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Amir Machmud NS mengemukakan, membangun kepercayaan publik merupakan orientasi dari konsep sederhana jurnalistik.

“Kami prihatin media dan jurnalisme terbelah dalam pemahaman. Maka kesadaran dalam menyatukan Indonesia harus dikembalikan,” kata Amir saat menghadiri sekaligus meresmikan portal berita Rumpan.id di Hotel Grasia Semarang, Kamis (24/1) malam.

Menurut Amir, kepercayaan publik tersebut hanya bisa dibangung dengan berita yang akuntabel. Artinya berita yang disajikan sudah terverifikasi kebenarannya. Dengan begitu, informasi-informasi yang mengarah kepada hoaks dan fitnah bisa dibendung.

“Wartawan harus menjaga profesinya, dengan cara-cara yang kredibel dan terhormat. Ini sesuatu yang sangat sulit, tetapi jika ditopang dengan kesejahteraan saya yakin bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang sekaligus Penanggung Jawab Rumpan.id, Yosep Parera menyatakan, media ini akan menyajikan konten berita yang bersifat membangun dan mengedukasi mayarakat.

Berita di portal ini disajikan dalam bentuk tulisan dan video. Permasalahan yang akan diangkat tidak hanya berkaitan dengan bidang hukum, namun juga bidang lain seperti sosial, budaya, politik hingga ekonomi.

Dijelaskan pula, setiap berita yang muncul akan dikaji dan dianalisa berdasarkan nilai-nilai ideologi Pancasila. Ulasan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat.

“Yang mengulas nantinya advokat-advokat di Law Office Yosep Parera, karena Rumah Pancasila ini bagian dari kantor hukum tersebut. Kami juga akan segera meminta Dewan Pers untuk melalukan verifikasi,” kata Yosep.

Pakar hukum pidana tersebut menambahkan, Rumpan.id juga memberikan rubrik atau kolom khusus bertajuk opini. Rubrik ini utamanya diperuntukkan bagi para ahli untuk menyampaikan pendapat sesuai dengan kompetensinya.

“Ada opini yang disampaikan para ahli, yang dapat dipakai sebagai tempat bagi siapa saja yang ingin mencari data-data guna kepentingan penelitian, seperti skripsi, tesis maupun disertasi,” jelasnya. 


(Eko Fataip/CN34/SM Network)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *