Ke Depan, Harus Berbenah Bersama

Ke Depan, Harus Berbenah Bersama

Ke Depan, Harus Berbenah Bersama

SEMARANG SELATAN – Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera, menyoroti permasalahan yang dikemukakan dalam FGD dari sudut pandang praktisi hukum. Problematika Kota Semarang tidak mendapatkan Adipura, harus dilihat dari banyak sisi, sebelum menentukan regulasi. ”Ketika diskusi bukan hanya bicara, tapi mencari hasilnya, maknanya.

Dalam memecahkan apa persoalannya, kita tidak hanya pakai imajinasi. Gunakan metodenya juga. Karena bicara tentang hukum bicara tentang pergolakan manusia,” ujar Yosep.

Menurut dia, objek apa yang akan digali, yakni Adipura, dan masyarakat. Lantas pemimpin yang dipilih untuk melayani dalam hal ini, membuat regulasiregulasi yang harus dijalani oleh semua pihak. ”Kemudian tentang regulasi yang mengatur, Regulasi itu apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila yang harus digunakan dalam membuat regulasi. Nilai-nilai apa yang akan dipertahankan dalam masyarakat. Bukan menghilangkannya saat membuat regulasi. ”Nilai kita sudah ada. Kita pancasila. Gotongroyong dalam maayarakatnya. Mari berbicara membuat regulasi dan melaksanakam regulasi,” tandasnya.

Wakil Ketua Umum Lindu Aji, Heru Supriyono mengungkapkan, tujuan dilaksanakanya FGD untuk menemukan rumusan. Kesesuaian pandangan para ahli dipertemukan untuk merumuskan solusi baru. Agar permasalahan di masyarakat dapat ditangani bersama.

Dirumuskan Bersama

”Apa masalahnya sih. Bagaimana penyelesaiannya. Lalu dirumuskan bersama. Identifikasi apa masalahnya. Benar itu (masalah yang sudah disebutkan) atau bukan. Jangan-jangan ada lagi masalah lain sehingga kita tidak mendapatkan Adipura,” ujarnya.

Abdul Ghofar, perwakilan dari Walhi Jateng menanggapi, bahwa regulasi tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang sudah bagus. Namun tidak mendapatkan Adipura, berarti ada hal-hal yang luput. ”Tapi yang jelas pencapaian Adipura jangan hanya untuk kepentingan keberhasilan pemerintah.

Adipura yang didapatkan pada tahun-tahun sebelumnya kita teliti lagi. ”Apakah sebetulnya sudah layak atau belum kita dapatkan. Ke depan kita berbenah bersama,” papar Ghofar. (daz, res-48)

Sumber : Suara Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat