Rumah Pancasila Akan Ajukan Grasi untuk Dua Terpidana Seumur Hidup

Rumah Pancasila Akan Ajukan Grasi untuk Dua Terpidana Seumur Hidup

Rumah Pancasila Akan Ajukan Grasi untuk Dua Terpidana Seumur Hidup

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera berencana akan mengajukan grasi untuk Ahmad Sapuan alias Wawan, dan Supriyadi alias Kuprit. Keduanya merupakan terpidana hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan di Pati, tahun 2014 silam.

“Besok pagi akan tanda tangan surat kuasa grasi, surat kuasa grasi itu akan diajukan minggu depan, grasinya saya melakukan ada dua orang yaitu terhadap Wawan dan terhadap Supri. Kenapa grasi, karena jaksa menuntutnya hanya 20 tahun, hakim vonisnya seumur hidup,” ungkapnya kepada RADARSEMARANG.ID Selasa (23/7/2019).

Yosep Parera yang juga pengacara mengatakan, grasi yang diajukan tersebut setelah pihaknya bersama semua tim Rumah Pancasila mengumpulkan keterangan semua saksi-saksi. Bahkan keterangan tersebut ditelusuri sudah berulang kali.

“Bukti yang sudah terkumpul adalah saksi lima orang yang tidur bersama dia, kemudian (keterangan) si pelaku Supriadi, sama hasil putusan pengadilan,” terangnya.

Terpidana Wawan sekarang ini telah menjalani hukuman seumur hidup di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Semarang alias Kedungpane. Sedangkan terpidana Supriadi berada di Lapas di daerah Nusakambangan.

“Tetapi berdasarkan pengumpulan keterangan yang kami ulang-ulang kami menyimpulkan bahwa tidak ada satupun bukti yang membuktikan bahwa Wawan itu tidak berada di lokasi kejadian. Dan tidak ada bukti pun yang membuktikan Wawan itu ada di tempat kejadian, kecuali keterangan Supri,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera melakukan pendampingan hukum terhadap warga binaan Lapas Kelas 1 Semarang, Ahmad Sapuan alias Wawan terpidana seumur hidup kasus pembunuhan di Pati, tahun 2014. Pada keterangan yang dihadirkan Wawan didampingi Yosep Parera mengaku tidak terlibat hukum lantaran pada saat malam terjadinya pembunuhan sedang berada di Jepara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat