Napi Kedungpane Ikut Bersihkan Monumen Ketenangan Jiwa

Napi Kedungpane Ikut Bersihkan Monumen Ketenangan Jiwa

Napi Kedungpane Ikut Bersihkan Monumen Ketenangan Jiwa

SEMARANG – Sepuluh warga binaan atau narapidana Lapas Kelas I Kedungpane Semarang ikut kerja bakti membersihkan kawasan Monumen Ketenangan Jiwa atau Chinkon no Hi di muara Sungai Banjir Kanal Barat, kawasan Pantai Baruna, Semarang Utara, Jumat (2/8/2019). Sepuluh napi tersebut merupakan yang terpilih untuk ikut berasimilasi dengan kegiatan di luar Lapas.

“Kami sangat berterima kasih karena ini sesuai dengan cita-cita dan semangat kita untuk mengintegrasikan warga binaan. Mereka tidak hanya di dalam (Lapas), kalau sudah sampai masanya bisa berasimilasi membantu kegiatan, baik dari dinas maupun seperti kegiatan sekarang ini,” kata Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, Akhmad Herriansyah, di sela acara bersih-bersih monumen bersama tim Rumah Pancasila, mahasiswa, dinas, dan polisi, Jumat (2/8/2019) pagi.

Herriansyah menuturkan, sepuluh warga binaan yang dilibatkan merupakan orang terpilih dari 1.875 penghuni Lapas. Kesepuluh orang tersebut merupakan warga binaan yang sudah menjalani setengah lebih masa pidana. Tentunya saat kegiatan dilakukan pengawasan yang ketat dari petugas Lapas.

“Jadi sudah kami pilih, layak untuk diajak bekerjasama. Mereka ini sangat antusias sekali, sudah siap dari subuh, bahkan dari kemarin. Kegiatan di luar itu sangat diharapkan, kesempatan yang jarang,” ungkapnya.

Salah seorang warga binaan bernama Agus mengaku senang karena dipercaya untuk membantu kegiatan sosial bersama warga di luar Lapas. Hal itu juga menjadi kesempatan agar kelak setelah bebas bisa diterima di tengah masyarakat.

“Kami senang bisa membantu seperti ini. Semoga, setelah keluar dari tahanan nanti, kami bisa langsung diterima di tengah-tengah masyarakat seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Theodorus Yosep Parera selaku pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum mengatakan para warga binaan tersebut memang sengaja dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih Monumen Ketenangan Jiwa. Keberadaan warga binaan yang berkegiatan sosial bersama pejabat, warga, mahasiswa, hingga komunitas itu diharapkan bisa menjadi percontohan untuk daerah lain.

“Kami ingin mewujudkan Semarang dan Jawa Tengah sebagai percontohan dalam pembinaan warga binaan. Kenapa dipilih kegiatan ini karena monumen ini merupakan salah satu aset sejarah dan kita wajib untuk merawat,” katanya.

Sumber : Metrojateng.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *