Pengusaha Rokok Gugat Kantor Beacukai Kudus Rp 12,8 Milyar

Pengusaha Rokok Gugat Kantor Beacukai Kudus Rp 12,8 Milyar

Pengusaha Rokok Gugat Kantor Beacukai Kudus Rp 12,8 Milyar

RMOLJateng. Pemilik Pabrik Rokok (PR) Lentera Terang Jaya, Deny Ulkhaq menggugat  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Kudus Rp 12,8 M lantaran  Bea Cukai Kudus tiba-tiba mengeluarkan pencabutan surat keputusan tanpa penjelasan dan pertimbangan yuridis, filosofis, dan sosiologis. Dampaknya, Deny yang sudah mendapat order ekspor ke Filipina, terpaksa merugi.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Theodorus Yosep Parera di Semarang, Sabtu (7/9/2019). 
Dijelaskan, pada 8 April 2019 lalu, Bea Cukai Kudus mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: KEP-191/WBC.10/ KPP.MC.02/2019 tentang Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau untuk merek baru atas Nama PR Lentera Terang Jaya.

Karena sudah punya izin resmi, Deny membuat perjanjian kontrak dengan P.T. Sahabat Bilal Berjaya, untuk memproduksi rokok merk New L.S. Menthol. 

Produksi rokok itu nantinya dieskpor ke Filipina. Kontrak berlaku satu tahun. Sesuai kontrak, sebanyak empat kontainer rokok harus diekspor ke Filipina setiap pekan.

Pengiriman pertama, empat kontainer sudah dilakukan 29 April 2019. Tapi pada 9 Juli 2019, sebelum pengiriman kedua, Bea Cukai Kudus tiba-tiba mencabut SK yang telah dikeluarkan. 

“Jadi empat kontainer rokok senilai Rp 2,8 miliar yang sudah disiapkan, tidak bisa diekspor. Ini bukan soal rugi saja. Tapi masalah kepercayaan investor asing terhadap pengusaha dari Indonesia,” ungkap Yosep Parera.

Merasa dirugikan, Deny mencoba menyelesaikan masalah dengan pihak Bea Cukai Kudus secara administrasi. Tapi mereka (Bea Cukai) minta mundur waktu terus, sampai tidak ada kejelasan. 

“PR Lentera Terang Jaya sudah kirim surat resmi. Balasannya, Bea Cukai tidak bisa mencabut kembali surat pencabutan yang telah dikeluarkan,” imbuhnya.

Deny coba cari solusi lain. Akhirnya, Bea Cukai berjanji akan mengeluarkan diskresi agar pengiriman rokok gelombang kedua tersebut bisa dikirim ke Filipina. 

Deny pun menyiapkan empat kontainer dengan biaya Rp 80 juta. Tapi rencana itu gagal karena Bea Cukai tiba-tiba tidak bisa melaksanakannya.

“Kontainer senilai Rp 80 juta sudah disiapkan. Tapi tiba-tiba Bea Cukai bilang tidak bisa melaksanakan pengiriman barang,” terang Yosep.

Rencananya, gugatan akan dilayangkan ke PTUN Kota Semarang, Senin (9/9/2019) besok. Selain itu, Yosep juga akan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi, Menteri Keuangan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meninjau kinerja Bea Cukai Kudus dan Jateng-DIY.

“Tahun ini, Bea Cukai Kudus kena dua masalah hukum. Pertama lima bulan lalu. Kami juga yang melakukan pendampingan hukum,” tegas Yosep.

Lebih lanjut, pencabutan SK Nomor: KEP-191/WBC.10/ KPP.MC.02/2019 dilakukan karena di Malang, ada perusahaan yang juga memproduksi rokok merk New L.S. Menthol

Padahal, Pujo Hadi Hasto Mulyo, pemilik izin merk rokok L.S. Menthol yang sudah mengantongi izin sejak 2014 silam, tidak pernah merasa sepakat dalam Penyerahan Hak Resmi (PHR) kepada PR di Malang.

“Saya dengar, PR di Malang itu sudah beroperasi tahun produknya New L.S. Menthol. 99 persen sama. Hanya ditambahi ‘New’ di depannya. Saya sudah mengajukan surat keberatan sekitar pertengahan 2018,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *