Tukang Rias di Boyolali Gugat Kemenkeu karena Uangnya Dibekukan

Tukang Rias di Boyolali Gugat Kemenkeu karena Uangnya Dibekukan

Tukang Rias di Boyolali Gugat Kemenkeu karena Uangnya Dibekukan

Seorang tukang rias bernama Siti Bariyah menggugat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY atas pemblokiran 4 rekening miliknya.

Gugatan dengan nomor perkara 133/Pdt.G/2021/PN Smg juga menyeret Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia sebagai turut tergugat lantaran ikut serta melakukan pemblokiran dan membekukan uang miliknya senilai Rp 3,4 miliar.
Kuasa hukum Siti Bariyah, Yosep Parera mengatakan, pemblokiran rekening kliennya terjadi karena Siti dituding melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas kasus cukai palsu yang menjerat kakak ipar Bariyah berinisial BK.
“Saldo pada rekening milik Siti Bariyah ini dituding hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Padahal, sumbernya berasal dari pembagian warisan, hasil kerja dan kegiatan usaha,” ujar Yosep di kantornya, Rabu (28/4).
Selain tudingan yang tidak beralasan itu, lanjut dia, penutupan rekening hanya bisa dilakukan selama 30 hari, untuk mengetahui ada tidaknya temuan alat bukti dalam sebuah perkara.
“Sekarang sudah 40 hari. Tidak ada pula bukti transfer dari BK ke penggugat yang mengindikasikan adanya hasil dari TPPU,” tegas dia.
Menurut Yosep, pemblokiran ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan aparat penegak hukum kepada masyarakat kecil.
“Kalaupun ada dugaan TPPU, tidak bisa dipisah, harus digabungkan dengan pidana asal. Selain itu, yang harusnya memproses adalah kepolisian, karena harus dimulai dari penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.
Sementara, penggugat dalam kasus ini Siti Bariyah mengaku hanya bisa pasrah. Namun, ia menegaskan, tidak tahu menahu soal transaksi keuangan yang dilakukan oleh kakaknya BK selama ini.
“Ini hasil dari warisan saya, bukan dari apa-apa. Uang itu hasil kerja keras saya. Sekarang saya bingung harus seperti apa karena uang saya di sana semua,” ungkap warga Boyolali ini.
Untuk diketahui, Siti Bariyah merupakan adik ipar dari BK, tersangka pelanggaran cukai rokok dengan kerugian negara Rp 141 juta.
Perkara tersebut sebenarnya sudah dinyatakan inkracht (berkekuatan hukum tetap) dan BK divonis 1 tahun penjara, disertai denda Rp 320 juta subsider 2 bulan kurungan. Namun demikian, pihak Dirjen Bea Cukai menetapkannya kembali sebagai tersangka TPPU.
Sumber : Kumparan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat